Basic Import part. 1

Bismillah,

APA ITU IMPORT?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksudkan dengan kegiatan import adalah :

impor/im·por/ n pemasukan barang dan sebagainya dari luar negeri:

source :

http://kbbi.web.id/impor

Jadi, kalau ada kawan kita yang baru pulang dari Singapura, lalu membelikan kita sebuah pulpen sebagai oleh-oleh, itu import dong? Yes! benar, karena pulpen tersebut dibawa dari Singapura terus masuk ke daerah Pabean Indonesia!

Jadi, apa sih daerah pabean itu, saudara?

Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Ekslusif dan Landas Kontinen yang didalamnya berlaku Undang-Undang Kepabeanan

source :

http://www.beacukai.go.id/faq/pengertian-daerah-pabean.html

yep, diatas itu adalah arti serius dari daerah pabean 😀 , diambil dari websitenya bea dan cukai indonesia.

“Proses Import itu ribet, mendingan hand carry aja! simple, tinggal naik pesawat, trus nyampe deh di Indo”

Jadi, proses import atau masuknya barang ke Indonesia bisa dibagi menjadi beberapa cara :

a. Via laut (Kapal Laut)

b. Via Udara ( Pesawat Cargo)

c. Hand Carry. (dibawa aja gitu dan dianggap sebagai barang bawaan penumpang)

“hand carry tidak usah bayar pajak”

Menurut peraturan dari bea cukai, untuk barang bebas pajak adalah barang bawaan penumpang dengan nilai tidak lebih dari USD 250. Jadi, kalau hand carry-nya diatas USD 250, pasti perlu bayar pajak di bandara, nanti petugas bea cukai yang akan membantu menghitung jumlah pajak yang harus dibayar.

Jadi, mungkin yang pernah bilang kalau barang di hand carry tidak usah bayar pajak itu, barang yang dibawa nilainya kurang dari USD 250

Perhitungannya gimana?

Simple, tunjukan saja invoicenya! nanti bapak ibu petugas bea cukai yang bantu itungnya, karena barang tersebut harus diklasifikasikan terlebih dahulu (dicari HS codenya) dengan pedoman Buku Tarif bea masuk.

Bea cukai juga akan meminta form custom declaration yang bentuknya seperti dibawah ini :

customs-front.jpg

Lihat Point 11, isinya details barang-barang yang harus di declare yah! (if any)

Tips :

  • Jika belanja di luar negeri, jangan lupa minta receipt / kuitansinya yah!
  • Jangan lupa check VAT return policy atau Pajak Pertambahan Nilai (pengembalian pajak ) di negara asal, buat kalian yang demen belanja di luar negeri, lumayan lho amountnya!

Moving forward, kita bahas proses import yang menggunakan jalur laut dan udara non courier (contoh : DHL, Fedex dll).

Yang perlu kita persiapkan sebelum melakukan importasi adalah SELALU check jenis barang, klasifikasinya, dan apakah barang tersebut terkena larangan / pembatasan (lartas)

Pengecekan bisa dilakukan via web INSW (Indonesia National Single Window)

http://eservice.insw.go.id/

Kenapa? supaya barang kita tidak terhambat ketika sudah sampai pelabuhan / bandara dikarenakan adanya document atau perijinan yang harus kita siapkan ketika proses clearance berlangsung. Ingat, biaya gudang di bandara muahaaalll!!! parkir mobil aja mahal (eh kok curhat)

Contohnya begini :

Saya ingin melakukan import handphone merk anggur, maka yang perlu saya cek sebelum saya melakukan importasi adalah apakah handphone tersebut mempunyai larangan pembatasan importnya? Tentu, kita bisa check melalui INSW tadi.

begini penampakan Web ninsw

Apabila tidak ada yang dikenakan lartas (larangan pembatasan) maka silahkan go ahead untuk proses kirim cargo / shipmentnya, OK!

Selanjutnya, kita perlu menyiapkan dokumen dokumen untuk custom clearance nantinya, yaitu :

  1. Invoice
  2. Packing List
  3. AWB (untuk pengiriman via udara) / Bill of Lading (untuk pengiriman via laut)

Document tersebut nantinya harus diserahkan ke petugas bea dan cukai untuk diverifikasi sebelum di release barangnya dari custom lho! jadi, pastikan document tersebut valid dan sesuai dengan barang yang dikirimkan yah! (jenis, qty, amount dll) 🙂

Alhamdulillah,  tulisan sekilas tentang basic impor part 1 is finished, nanti nyambung lagi di part. 2 yah!

Di part 2 nanti, kita akan coba share mengenai syarat syarat importir untuk perusahaan.

InsyaAlloh secepatnya. See ya!

 

 

Advertisements